Purwokerto vs Banyumas?

Kali ini saya mau cerita soal Purwokerto. Ibukota Kabupaten Banyumas ini sering membuat bingung orang-orang yang datang atau baru tahu wilayah ini. Tak jarang, mereka bingung membedakan antara Purwokerto dan Banyumas.

Sederhana, tapi krusial. Misalnya gini :

Kota Purwokerto atau Kota Banyumas ?

  • Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas
  • Purwokerto adalah nama kota, meskipun secara definitif, Purwokerto belum memiliki pemerintahan Kota. Terdiri dari 4 Kecamatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan Purwokerto Utara.
  • Kota Purwokerto saat ini adalah Ibu Kota Kabupaten Banyumas. Seperti Ungaran yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Semarang, atau Wates yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kulon Progo.
  • Ada pula nama Kecamatan Banyumas. Di lokasi ini terdapat alun-alun kota lama Banyumas, lokasi pusat pemerintahan Banyumas sebelum berpindah ke Purwokerto.

Sejak kapan disebut Kota ?

  • Saya juga ga tau persis nanti googling dulu ūüôā
  • Dahulu pernah menjadi Kotif (Kota Administratif), tapi kemudian berubah kebijakan tidak ada lagi Kotif, yang ada adalah Kota (sempat juga disebut Kota Madya / Kodya) namun Purwokerto tidak serta merta menjadi Kota.
  • Pendopo Eks-Kotip Purwokerto terletak di Jl Jend Soedirman, depan Living Plaza (dahulu : Sri Ratu)
  • Sementara itu “Banyumas” sendiri adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas, di selatan Sungai Serayu

Pendapa Si Panji di Banyumas atau Purwokerto ?

  • Pendopo Si Panji (simbol pemerintahan Banyumas) asli terletak di sebelah utara alun-alun Kota lama / Kecamatan Banyumas
  • Sementara yang saat ini menjadi Pusat Pemerintahan Kabupaten Banyumas adalah Pendapa Si Panji (Replika) yang terletak di sebelah utara Alun-alun Purwokerto

Purwokerto Kota Satria atau Banyumas Kota Satria ?

  • Purwokerto Kota Satria (karena Purwokerto memang Kota)
  • Banyumas Satria (karena Banyumas bukan Kota, tapi Kabupaten)

Bupati Purwokerto atau Bupati Banyumas?

  • Bupati Banyumas
  • Tidak ada Bupati Purwokerto
  • Belum ada Walikota Purwokerto (karena memang belum definitif menjadi Kota)

RSUD Purwokerto atau RSUD Banyumas ?

  • Tidak ada RSUD Purwokerto, yang ada adalah RSUD Banyumas (milik Pemkab)
  • Di Kota Purwokerto justru ada RSUD milik Provinsi, yakni RS Margono Soekarjo (sering disingkat RSMS)

POLRES Purwokerto atau POLRES Banyumas ?

  • Tidak ada POLRES Purwokerto, yang ada adalah POLRES Banyumas
  • Lokasi mapolres berada di Jl Pol. Soemarto, Purwokerto Utara

alun-alun banyumas

Fasilitas Umum dengan nama Purwokerto

  • Alun-alun Purwokerto
  • RSMS Purwokerto
  • Stasiun Besar Purwokerto
  • PT KAI, Daerah Operasional (Daop V) Purwokerto
  • Terminal Bulupitu Purwokerto
  • Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
  • SMAN 1, 2, 3, 4, 5 Purwokerto
  • SMKN 1, 2, 3 Purwokerto
  • MAN 1, 2 Purwokerto

Fasilitas Umum dengan nama Banyumas

  • Alun-alun Kota Lama Banyumas
  • Kecamatan Banyumas
  • RSUD Banyumas
  • SMAN Banyumas
  • SMKN 1, 2, 3 Banyumas
  • SMPN 1, 2, 3 Banyumas

Lokasi

Simaklah peta berikut ini, lokasi Alun-alun (kota) Purwokerto dan Alun-alun (kota lama) Banyumas ūüôā

[googlemaps https://www.google.com/maps/d/u/0/embed?mid=1dyPsn7El83q3j8MkvcJPg5h03JZ9tUK9&w=640&h=480]

Jadi, sudah paham kan Purwokerto itu dimananya Banyumas? ūüôā

Baliho Infografik APBDesa Banjaranyar 2017

Baliho infografik APBDesa 2017 dipajang di depan Balai Desa Banjaranyar, Kec. Sokaraja, Kab. Banyumas. Selain itu terpampang pula di beberapa titik strategis, di tepi jalan raya, sehingga mudah dilihat warga.

Banner infografik APBDesa Banjaranyar 2017 ini keduanya dicetak dengan ukuran skala 2:3.

Pelatihan Internet di Banjaranyar

Tadi malam, saya menerima tamu. Dua orang perangkat Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Pak Agung dan pak.. hm.. satunya lupa ga kenalan :))

Ngobrol ngalor-ngidul berujung pada kesepakatan untuk mengadakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas teknis perangkat desa dalam pemanfaatan internet. Secara umum, Banjaranyar adalah desa yang sudah cukup maju dalam sarana teknologi informasi.

Wifi sudah tersedia sejak lama, semua perangkat desa memiliki komputer jinjing dan tak gagap  dengan aplikasi perkantoran hingga media sosial. Website desa yang beralamat di banjaranyar.net pun sudah lama on line.

Masalahnya, semua itu belum optimal. Belum semua perangkat desa terbiasa mengelola informasi desa dan mempublikasikannya melalui website terlebih kemudian bisa memadukannya dengan media sosial.

“Kami tahu menggunakan media sosial dan website itu mudah, tapi kami belum terbiasa untuk update dengan rutin kegiatan-kegiatan sehingga website sampai hari ini ya isinya masih minim informasi, belum maksimal” kata Pak Agung, ketika ngobrol sambil ngopi di teras rumah saya.

Ia berharap, pasca pelatihan ini, akan timbul semangat di perangkat desa untuk lebih sering menginformasikan berbagai kegiatannya. Dukungan dari Kepala Desa sudah ada, tinggal komitmen para perangkat menggunakannya, ujar Agung.

Selain Internet, Desain Grafis juga

Selain tentang pemanfaatan internet, Pemdes Banjaranyar juga meminta saya berbagi pengalaman seputar desain grafis, terutama untuk kepentingan media komunikasi visual desa pada publik, seperti yang sebelumnya dilakukan : Infografik APBDesa.

Sehingga, ada empat materi pelatihan. Akan dilaksanakan secara bertahap, selama empat hari, dengan durasi sekitar 3 jam per hari.

pelatihan internet desa banjaranyar sokaraja soep

Oya, selain akan diikuti perangkat desa Banjaranyar, pelatihan ini juga dapat diikuti perangkat dari desa lain, tentu dengan mengkonfirmasi kehadirannya kepada panitia, terkait keterbatasan tempat.

Semoga bermanfaat.

18:21

Siang tadi saya membaca sebuah pesan di salah satu grup¬†WhatsApp yang berisi pesan baik, mengajak orang tua yang memiliki anak usia TK/SD/SMP untuk menyempatkan diri, “puasa” gawai selama 3 (tiga) jam setiap hari efektif sekolah.

Begini bunyi asli pesan itu :

Imbauan dari bp Gatot Ka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng
Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an….saya usul ( mohon responnya )
dilakukan :” GERAKAN 1821″Para Ayah dan Bunda yang baik hati,
khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)…,betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.¬†Anak-anak semakin egois, susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.

Untuk itu mari kita lawan dengan “Gerakan 1821”.Apa itu “Gerakan 1821”?¬†Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.¬†Temanilah anak-anak kita,hanya 3 jam saja.¬†Bersama mereka,dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa & raga kita.
Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?

3B: Bermain, Belajar, Bicara (Ngobrol).Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.

Bermain apa saja,boleh mainan tradisional, bermain petak umpet,
tebak-tebakan, pokoknya apa saja. Bisa juga menemani mereka belajar.
Belajar agama dan apa saja yg positif.Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru,
berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.  Bicara, bicara, dan bicara. Ajak anak-anak bicara. Topiknya bisa apa saja
Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.

Hanya 3B : bermain, belajar, bicara, dan tidak semuanya harus dilakukan
pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.

Bisa dikombinasikan. Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.
Mari Ayah, ayo Bunda.Puasa gadget/HP dan TV..
Hanya 3 jam saja.Jam 18 s/d 21 saja!Ingat ya…1821…!
Mari kita coba…!Semoga bermanfaat….!(

Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya
Program Sekolah Pengasuhan Anak.)
(Tolong disebar luaskan dilingkungan para guru dan disampaikan kpd para ortu)

—¬†

Bagus sih isinya, tapi sayang terlalu panjang dan bikin lelah mata membacanya.

Sebagai desainer grafis (klaim sendiri), saya tertarik dengan kontennya, itapi cukup risih dengan cara penyampaiannya dengan teks panjang dan sedikit lebay.

Sekitar 15 menit kemudian, saya coba otak-atik tulisan panjang itu menjadi sebuah infografik sederhana sebagai berikut.

1821

Harapan saya, semoga konten ajakan yang baik dari “gerakan 1821” itu bisa tersampaikan kepada publik yang lebih luas lagi, dengan cara yang lebih cepat, efektif dan efisien. Tanpa bikin lelah mata ūüôā


 

Update 11 April

Entah tau dari mana, tiba-tiba saya dijapri pak Haryoto, Kepala UPK Lumbir, Banyumas untuk membuat infografik Gerakan 1821 dengan tambahan foto dan nama beliau. Tujuannya akan disebarkan kepada para guru dan orang tua di wilayah Lumbir.

Tentu, dengan senang hati saya buat. Berikut hasilnya..

1821 LUMBIR

 

Semoga bermanfaat.

Infografik APB Kampung Omon 2016

Anda tidak salah baca judul. Ini memang infografik APB Kampung Omon tahun 2016. Bukan tahun 2017.

Sekedar informasi bagi Anda yang belum tahu, di Papua, tidak ada istilah “Desa”, yang ada adalah istilah “Kampung”. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Papua dan Papua Barat, setelah berlakunya UU Otonomi Khusus Papua. Kalau di Aceh, kita juga mengenal “Gampong” dan di Sumatera Barat ada “Nagari”. Intinya sama, sebutan untuk “Desa”.

Datanya APBK Omon 2016 saya dapat dari pendamping desa yang bertugas di Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Papua, dimana Kampung Omon termasuk dalam wilayahnya.

Putra Harahap, pendamping desa itu. Bertemu saya tidak sengaja, ketika mengikuti kelas sistem informasi kampung dalam rangkaian acara Festival DesTIKa 2016 lalu, di Kalkhote, tepi Danau Sentani.

Waktu itu, saya sempat ngobrol beberapa saat dan menyinggungsoal visualisasi APBK untuk Kampung-kampung yang menjadi dampingannya di Distrik Gresi Selatan, Jayapura.

Beberapa pekan lalu, bang Putra (begitu saya menyapanya) menghubungi saya via WhatsApp, bercerita seputar kegiatannya menggunakan sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat (SIPBM).

Nah, saya jadi teringat “hutang” ketika DesTIKa di Jayapura lalu. Lalu tanpa basa basi lagi, bang Putra pun¬†setuju untuk mengirimkan data APBK 2016, salah satunya milik Kampung Omon ini.

Beberapa hari saya pelototin, baru hari ini kelar. Berikut hasil visualisasi APBK Omon tahun 2016 versi ringkas.

Infografik APB Kampung Omon Ringkas by Soep TDK

Sedangkan dalam versi yang agak lebih rinci, berikut adalah poster infografik APBK Omon tahun 2016, ukuran A3.

Infografik APB Kampung Omon Rinci by Soep TDK Poster A3

Keunikan Papua

Ada beberapa elemen yang unik (menurut saya sih) dari infografik APBK Omon ini.

  1. Logo Kampung

    Tidak seperti desa-desa di Pulau Jawa yang kebanyakan selalu menggunakan logo Kabupaten dalam setiap publikasinya, termasuk infografik APBDesa, Kampung Omon di Papua memiliki logo sendiri.

    Saya ingat, beberapa Desa di Lampung juga memiliki logo sendiri. Dulu, bahkan sempat menjadi perbincangan mengenai peletakan logo desa dan logo kabupaten di header website desa mereka. Untung ketemu solusi teknisnya :))

    Logo Kampung Omon sendiri ternyata cukup unik. Berupa perisai, berwarna merah pekat dengan lambang bintang, dua ikat padi serta dua ekor burung Mambruk.

  2. Satwa Khas, Jadi Ikon

    Burung mambruk, salah satu satwa khas Papua yang menjadi ikon kampung Omon langsung menarik perhatian saya ketika melihat logo kampung Omon. Bahkan saya sampai mengubah pie chart prosentase anggaran belanja dengan siluet burung ikonik itu.

  3. Dana “Prospek”

    Nah, ini juga menarik. Ketika membaca sumber-sumber pendapatan Kampung Omon, saya termenung sejenak. Biasanya ada setidaknya 5 sumber pendapatan desa yang biasa saya buat infografik (1) Pendapatan Asli Desa (2) Dana Desa (3) Alokasi Dana Desa (4) Bagi Hasil Pajak/Retribusi Daerah (5) Bantuan Keuangan Kab/Provinsi.

    Di dokumen APBK Omon 2016 hanya ada 3 sumber pendapatan. Dana Desa, Alokasi Dana Kampung dan Dana Prospek sebagai Bantuan keuangan dari provinsi.

    Apa itu Dana Prospek? Mbah Google ternyata tau. Dana Prospek adalah alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua berupa program strategis pengembangan ekonomi dan kelembagaan kampung, yang kemudian disingkat “PROSPEK”.

    Karena saya pikir ini cukup penting untuk dijelaskan, saya sisipkan dalam infografik.

Demikian, semoga bermanfaat.

Infografik APBDesa Karanggayam 2017

Setelah Melung, Dermaji, Wlahar Wetan dan Tanjungsari, kali ini saya terbitkan infografik APBDesa Karanggayam, Kec. Lumbir Kab. Banyumas Jateng tahun 2017. Datanya berdasarkan lampiran Perdes No. 7 tahun 2016, yang dikirim Kades Karanggayam, Nanang Supono beberapa pekan lalu.

soep-karanggayam-apbdesa-2017

Oya, jika tahun 2016 lalu infografik APBDesa Karanggayam cuma nampilin prosentase alokasi anggaran, tahun 2017 ini dilengkapi dengan promosi buah ikonik khas Karanggayam, yakni Kenitu.

Harapannya, tahun ini popularitas buah Kenitu kembali meningkat, lebih dikenal sehingga lebih banyak yang tertarik untuk mengonsumsi atau mengolahnya menjadi produk olahan lain.

Jangan lupa, Anda boleh sebarkan infografik ini, agar semakin banyak desa-desa lain yang terinspirasi memanfaatkan media kreatif dalam komunikasi publik. Jadi desa yang transparan sekaligus keren.

Semoga bermanfaat.

Sarasehan Mata Air di Wanasuta, Dermaji

Ini pesanan dadakan dari Kades Dermaji, Bayu Nugroho. Menurut beliau, akhir pekan ini akan ada acara sarasehan tentang penyelamatan mata air. Lokasinya di lokawisata baru di sekitar Curug Wanasuta, Dermaji. Saya diminta bantuan untuk mendesain latar acara dan poster digital untuk woro-woro di medsos.

Berdasarkan informasi itu, inilah hasil desainnya.

dermaji-sarasehan-mata-air-wanasuta

Disebar

Segera setelah fixed, gambar itu langsung disebar oleh pak Bayu di media sosial.

View this post on Instagram

Sebab air adalah kebutuhan dasar manusia

A post shared by Bayu Setyo Nugroho (@bayudermaji) on

Dicetak

Satu hari sebelum acara, banner latar acara itu sudah tercetak. Saya order online. Pak Bayu kemudian tinggal mengambilnya sendiri di percetakan. dan.. ini laporan dari beliau ketika mengambil banner.

dermaji-sarasehan-mata-air-wanasuta-banner-cetak

Terpampang

Meskipun saya batal hadir di acaranya, tapi karya saya terpampang nyata di sana. Itu saja sudah cukup membuat hati saya senang, saya bisa merasakan atmosfir sarasehan di sana.

dermaji-sarasehan-mata-air-wanasuta-suasana

Alhamdulillah.

Infografik APBDesa Wlahar Wetan 2017

Setelah Dermaji dan Melung, kali ini giliran Desa Wlahar Wetan mempublikasikan APBDesa tahun 2017 dalam bentuk infografik. Masih mempertahankan tema warna branding Wlaharwetan seperti tahun 2016, infografik APBDes tahun ini Wlahar Wetan lebih “Fresh” dengan tambahan ornamen latar gambar sawah.

Tidak keliatan banget sih sawahnya, tapi buat yang jeli, pasti bakal “ngeh”. Kenapa ada¬†ilustrasi sawah di infografik Wlahar wetan?

infografik-desa-apbdesa-wlahar-wetan-banyumas-2017

Sesuai dengan agenda besar Desa Wlahar wetan, tahun ini ingin merevitalisasi sektor pertanian dengan mengembalikan kesuburan tanah dan menerapkan sistem pertanian organik dan terpadu. Harapannya, produksi bahan pangan pokok dari petani Wlahar wetan dapat memenuhi minimal seluruh kebutuhan pangan warga desa.

Jika berlebih, bisa dijual ke luar desa. Sebagaimana yang ditegaskan Dodiet Prasetyo, Kepala Desa Wlahar wetan beberapa waktu lalu. Jadi, selain sebagai media transparansi, infografik APBDesa juga bisa dipadukan sebagai media sosialisasi program pembangunan desa.

Dicetak jadi Poster APBDesa

Infografik APBDesa Wlahar wetan 2017 kemudian dicetak dalam bentuk poster ukuran A3. Ratusan poster itu kemudian ditempel di dinding-dinding rumah, di pos kamling hingga warung-warung dan beberapa lokasi strategis.

apbdesa-poster-dicetak

Dibaca Warga

Ini update kedua, saya dapat kiriman foto dari salah satu warga Wlahar wetan, yang melihat ada warga sedang membaca poster infografik APBDesa Wlahar wetan 2017 di salah satu warung milik warga.

wlaharwetan-apbdes-poster-warung-warga

Warga desa antusias membaca poster APBDesa. Seperti pemandangan berikut ini.

wlahar-wetan-apbdes-poster-dibaca-warga

Semoga bermanfaat.